![]() |
| Pengurus Provinsi Olahraga Domino Nasional Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi bertajuk Semua Orang Main Domino (SOMD) di Gedung Batas Kota Banjarmasin, Senin (16/3/2026). Foto-Dok MC Kalsel |
bdjtimes.com, BANJARMASIN — Pengurus Provinsi Olahraga Domino Nasional Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi bertajuk Semua Orang Main Domino (SOMD) di Gedung Batas Kota Banjarmasin, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini dirangkai dengan mini turnamen domino yang menggunakan aturan resmi ORADO sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai kejuaraan yang akan datang.
Sekretaris Pengprov ORADO Kalsel, Arif Rahman Hakim, mengatakan kegiatan tersebut digagas bersama Yayasan Amnesia dari Banua Indonesia untuk mengenalkan aturan resmi olahraga domino kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan bagi para pegiat domino menghadapi kejuaraan berjenjang, mulai dari Kejuaraan Kabupaten/Kota (Kejurcab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Ini bagian dari sosialisasi bagaimana peraturan-peraturan domino, yang juga menjadi persiapan teman-teman menjelang Kejurcab di tingkat kabupaten/kota, menuju Kejurprov bulan April dan Kejurnas yang juga dijadwalkan pada bulan yang sama,” ujar Arif.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai komunitas dan organisasi olahraga di Kalimantan Selatan, di antaranya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Persatuan Olahraga Gateball Seluruh Indonesia (Porgasi), komunitas airsoft, esports, serta sejumlah komunitas anak muda di Kalimantan Selatan.
Arif menjelaskan, saat ini ORADO Kalsel telah membentuk kepengurusan di 11 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Sementara itu, dua daerah lainnya masih dalam proses pembentukan struktur organisasi. Koordinasi dengan berbagai tokoh olahraga di tingkat kabupaten hingga provinsi juga terus dilakukan.
Menurut Arif, salah satu misi utama ORADO Kalsel adalah mengubah citra permainan domino yang selama ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.
“Semoga olahraga domino ini bukan lagi sekadar berimage olahraga kampungan atau olahraga pinggiran. Tetapi sudah menjadi olahraga yang naik kelas, dengan aturan yang jelas dan terbuka bagi para pegiat maupun pecinta domino di Kalimantan Selatan,” katanya.
Ia menilai potensi olahraga domino di Kalimantan Selatan sangat besar karena permainan tersebut sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Hampir di setiap kampung, di setiap desa, di setiap posko, bahkan sekarang di kafe-kafe yang ada di Banjarmasin ramai bermain domino. Ini potensi yang luar biasa,” ujarnya.
Meski demikian, ORADO berupaya mengarahkan potensi tersebut agar lebih terstruktur dan berorientasi pada prestasi.
“Mereka yang bermain domino bukan sekadar ramai-ramai atau sekadar hobi, tetapi bisa lebih terarah menuju prestasi,” kata Arif.
Tim Redaksi
