bdjtemis.com, TENGGARONG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Tenggarong meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Business Continuity Management (BCM).
Kegiatan yang digelar pada 10 September 2026 tersebut mengangkat tema “Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) di Lingkungan Kerja”.
Sosialisasi dan edukasi mengenai Basic Life Support (BLS) disampaikan oleh tim dari PSC 119 Kutai Kartanegara.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya respons cepat saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Materi yang diberikan mencakup langkah-langkah awal dalam memberikan pertolongan, mengenali kondisi korban, memastikan keamanan lingkungan, hingga meminta bantuan sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.
Pimpinan BRI BO Tenggarong Adrianto Budi Utomo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan sekaligus kepedulian terhadap keselamatan di lingkungan kerja.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali insan BRILiaN dengan pemahaman mengenai bagaimana memberikan respons awal ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Adrianto.
Dia berharap pengetahuan yang diberikan PSC 119 Kutai Kartanegara dapat menjadi bekal bagi para pekerja, tidak hanya saat berada di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kemampuan memberikan pertolongan awal dalam situasi darurat menjadi hal penting karena respons yang cepat dan tepat dapat membantu korban sebelum mendapatkan penanganan tenaga medis.
Melalui kegiatan BCM tersebut, BRI BO Tenggarong juga berupaya memperkuat budaya kerja yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai risiko.
Kesiapsiagaan, kata Adrianto, tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan operasional perusahaan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan perlindungan seluruh pekerja.
Dengan kegiatan tersebut, BRI BO Tenggarong berharap seluruh insan BRILiaN memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.
Upaya itu diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, responsif, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama.
