bdjtimes.com, BANJARMASIN — Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan ke Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan bertemu dengan Rektor Ahmad Alim Bachri di rumah jabatan rektor, Senin (23/3/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas nasional di bidang lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah.
Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian utama pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden melalui gerakan Indonesia Asri—aman, sehat, bersih, dan indah. Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah secara mandiri.
“Di ULM, pengelolaan sampah berbasis kampus ini sudah berjalan cukup lama. Berbagai riset pendukung kebijakan juga telah dikembangkan,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi yang dikembangkan ULM menunjukkan progres positif dan berpotensi diterapkan lebih luas, setidaknya di tingkat regional Kalimantan Selatan.
“Saya yakin inovasi dari ULM akan terus berkembang dan berkontribusi dalam penyelesaian persoalan lingkungan hidup,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menyebut pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan fokus pada penanganan sampah di Kalimantan Selatan, termasuk di lingkungan kampus di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Ia menegaskan kesiapan ULM mendukung kebijakan pemerintah melalui riset dan inovasi. Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah produk balok ekowood, hasil pengolahan sampah oleh tim Fakultas Teknik bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM.
“Pak Menteri telah melihat langsung hasil ekowood. Kami berharap inovasi ini dapat segera diimplementasikan sebagai solusi konkret,” jelasnya.
Lebih lanjut, ULM juga akan meluncurkan program mahasiswa penggerak pemilah sampah sebagai langkah nyata pengelolaan sampah berbasis kampus.
“Sesuai rencana, minimal 100 mahasiswa di setiap fakultas akan dilibatkan,” ungkapnya.
Ke depan, sinergi antara ULM, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan semakin kuat guna mempercepat penanganan persoalan sampah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (*)
